Pengalaman Mengganti Domain Blogspot ke .com: Deg-Degan, Sempat Panik, Tapi Akhirnya Lega
Pengalaman Mengganti Domain
Blogspot ke .com: Deg-Degan, Sempat Panik, Tapi Akhirnya Lega
Awal saya membuat blog, saya menggunakan domain
gratis dari Blogger, yaitu namablog.blogspot.com. Waktu itu saya tidak terlalu
mikir soal branding atau terlihat profesional. Yang penting bisa nulis dulu dan
mulai konsisten.
Tapi makin ke sini, setelah artikel mulai bertambah
dan mulai memikirkan daftar AdSense, saya mulai merasa domain blogspot itu penting
untuk branding.
Akhirnya saya berpikir untuk mengganti ke domain
.com.
Keputusan ini jujur tidak langsung saya ambil.
Saya sempat ragu.
Tapi setelah dipikir-pikir, kalau memang mau
serius, ya harus berani naik level.
Mengapa Saya Akhirnya
Memutuskan Ganti Domain?
Alasan saya cukup sederhana:
- Supaya terlihat lebih profesional
- Lebih mudah ditekan
- Lebih percaya diri saat membagikan link
- Lebih siap kalau mau monetisasi
Domain .com itu menurut saya seperti “rumah
sendiri”. Sedangkan blogspot itu seperti kontrakan gratis. Tidak salah, tapi
rasanya berbeda.
Dan karena platformnya tetap Blogger, sebenarnya
yang berubah hanya alamatnya saja.
Proses Membeli Domain
Saya beli domain di niagahoster.
Prosesnya cepat:
- Cari nama domain yang masih tersedia
- Bayar
- Dapat akses ke pengaturan domain DNS
Harga domain .com per tahun menurut saya masih
masuk akal. Jadi saya menganggap ini investasi kecil untuk jangka panjang.
Waktu sudah memegang domain baru, di situ justru
mulai muncul rasa deg-degan mulai muncul. Takut salah
setting, takut blog gak bisa diakses, takut traffic anjlok.
Proses Setting Domain ke
Blogger
Saya masuk ke menu Pengaturan di Blogger, lalu
pilih bagian Custom Domain.
Saya masukkan nama domain baru saya. Setelah itu
muncul beberapa kode CNAME dan A Record yang harus ditambahkan di pengaturan
DNS biasanya berupa CNAME dan A Record yang diberikan oleh Blogger saat kita
memasukkan custom domain.
Di sini saya sempat bingung.
Banyak istilah teknis seperti:
- CNAME
- Sebuah Rekor
- Tuan rumah
- Tujuan
Awalnya saya takut salah. Tapi ya gimana
lagi, kalau terus ditunda juga gak akan jalan-jalan blognya.
Tips dari pengalaman saya:
- Jangan buru-buru
- Jangan panik
- Pastikan tidak ada typo
- Cek ulang sebelum klik simpan
Karena satu huruf salah saja bisa membuat domain
tidak terhubung.
Momen Panik: Website Tidak Bisa
Diakses
Setelah semua record DNS saya tambahkan, saya klik Saya
kira langsung jadi. Ternyata tidak. Beberapa jam website saya tidak dapat
diakses dengan normal. Terkadang muncul error. Terkadang memuat lama. Di situ Saya
langsung cek ulang pengaturan DNS. Saya cek Ternyata itu proses yang namanya
propagasi DNS.
Artinya sistem di internet membutuhkan waktu untuk
menyebarkan perubahan domain ke seluruh server. Dan benar saja. Besoknya domain
sudah normal dan bisa diakses tanpa masalah. Di situ rasanya lega banget.
Traffic Turun Setelah Ganti
Domain?
Ini yang paling saya khawatirkan. Beberapa hari
setelah ganti domain, saya cek statistik. Memang ada sedikit penurunan lalu
lintas. Tidak drastis, tapi terlihat. Kenapa bisa begitu? Karena Google perlu
waktu untuk mengenali domain baru saya. Bagaimanapun Saya langsung masuk ke Google
Search Console dan ternyata domain baru harus ditambahkan sebagai properti
baru. Ini sangat penting. Jika tidak ditambahkan, Google bisa lebih lama
mengenali domain baru kita
Hal yang Saya Lakukan Setelah
Ganti Domain
Supaya proses lebih cepat
stabil, ini yang saya lakukan:
- Tambahkan domain baru ke Google Search Console
- Kirim ulang sitemap
- Pastikan HTTPS aktif
- Periksa apakah redirect berjalan dengan benar
- Update link internal yang masih pakai blogspot
Langkah-langkah ini membantu proses indeks ulang
lebih cepat.
Memang tidak instan. Tapi setelah beberapa minggu,
traffic mulai stabil kembali.
Apakah Artikel Lama Hilang?
Alhamdulillah tidak. Semua artikel lama otomatis
redirect ke domain baru. Jadi kalau ada orang klik link lama, tetap masuk ke
alamat baru. Ini salah satu keuntungan tetap pakai Blogger karena sistem
redirect sudah otomatis dari sana.
Pengaruh ke AdSense
Buat yang punya rencana monetisasi, domain .com
menurut saya terasa lebih profesional. Memang domain .com bukan jaminan pasti
diterima AdSense. Tapi dari sisi merek Kalau sebelumnya pernah daftar pakai
blogspot dan sekarang sudah pakai .com
Pelajaran yang Saya Dapat
Dari pengalaman ini saya
belajar beberapa hal:
- Jangan upgrade takut kalau memang serius
- Lalu lintas turun sedikit itu wajar
- Sabar itu penting
- Pengaturan teknis harus teliti.
Awalnya memang bikin tegang. Tapi setelah semuanya
berjalan normal dan traffic mulai stabil, saya merasa keputusan ganti domain
ini tidak salah. Sekarang saya lebih percaya diri membagikan link blog karena
sudah pakai domain sendiri.
Apakah Saya Menyesal?
Sejauh ini tidak. Kalau masih sekedar coba-coba,
mungkin blogspot sudah cukup.
Tapi kalau sudah mulai mikir soal branding,
traffic, dan monetisasi, domain sendiri terasa lebih mantap.
FAQ Seputar Ganti Domain
Blogspot ke .com
1. Apakah lalu lintas pasti
turun?
Biasanya ya, sementara. Tapi jika redirect dan
Search Console diatur dengan benar, lalu lintas bisa kembali normal.
2. Apakah artikel lama hilang?
Tidak, selama redirect otomatis berjalan dengan
baik.
3. Perlu mengirimkan peta situs
ulang?
Iya, sangat disarankan agar Google cepat mengenali
domain baru.
4. Berapa lama domain aktif
normal?
Biasanya beberapa jam sampai 24 jam karena
propagasi DNS.
5. Lebih bagus blogspot atau
.com?
Kalau untuk jangka panjang dan branding, .com lebih
terlihat profesional.
kunjugi: catatwan
Komentar
Posting Komentar