CAMPING PERTAMA KALI DI BUKIT ALESANO: PENGALAMAN TAK TERDUGA DI BALIK KEINDAHANNYA
Ketagihan
Ngecamp Di Bukit Alesano
Saya teringat ucapan abang-abang
pendaki yang saya temui di Bukit Alesano. Ia berkata,
“Orang kalau pertama kali ngecamp, kemungkinan cuma ada dua: ketagihan atau trauma.”
Dan saya termasuk yang ketagihan.
Bukit Alesano menyajikan
pemandangan city light dan sunrise yang begitu memikat. Meskipun
pengalaman ngecamp pertama saya terbilang pahit dan penuh kesialan, namun saya
benar-benar menikmati keindahan Bukit Alesano.
Pengalaman
camping pertama yang penuh kesialan
Jika saya mengurutkan peristiwa
dari keberangkatan hingga pulang, jujur saja, saya lebih banyak mengalami
kesialan. Mulai dari ban bocor saat berangkat, ikan yang sudah disiapkan untuk bakar-bakar
malah digondol anjing, ban pecah saat pulang, hingga kejadian paling parah
sekaligus paling lucu: teman saya membawa tenda Barbie.
Awal
mula sewa perlengkapan camping
Sebelumnya, saya dan lima kawan
sudah bersepakat mengenai perlengkapan apa saja yang diperlukan. Karena ini
adalah pengalaman ngecamp pertama kami berenam, tidak satu pun dari kami yang
punya alat sendiri. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa perlengkapan
camping.
Di tengah obrolan, salah satu
teman saya mengatakan bahwa ia punya satu tenda kecil yang muat untuk dua
orang. Karena itu, kami memutuskan menyewa satu tenda berkapasitas empat orang,
sementara dua orang lainnya menggunakan tenda milik teman saya.
Moment
tenda barbie yang paling berkesan
Masalah muncul saat kami tiba di Bukit
Alesano dan hendak mendirikan tenda. Teman saya mengeluarkan tendanya, dan
alangkah terkejutnya kami berlima ketika melihat tenda yang ia bawa ternyata tenda
mainan. Sontak kami semua tertawa. Entah apa yang ada di pikirannya saat
membawa tenda tersebut. Ia berdalih tidak tahu kalau itu tenda Barbie. Namun
kejadian ini justru menjadi momen paling lucu dan berkesan. Bayangkan, ngecamp
di bukit dengan pemandangan indah, tapi tendanya tenda Barbie. Wkwkwk.
Namun, di balik keindahan Bukit
Alesano, ada beberapa hal yang cukup membuat tidak nyaman. Saya ngecamp di sini
pada tahun 2018, dan semoga pengalaman yang saya alami sudah tidak terjadi lagi
sekarang. Berikut beberapa pengalaman tak terduga yang saya alami.
Pengalaman
Tak Terduga saat camping di bukit alesano
1. Sempat dilarang mendirikan tenda
Saat tiba di Bukit Alesano,
ternyata aktivitas camping sudah dilarang. Alasannya, tepat ini sering
disalahgunakan untuk tindakan asusila sehingga warga sekitar merasa kesal. Namun
karena motor saya mogok dan saya melihat beberapa orang tetap mendirikan tenda,
akhirnya kami pun ikut mendirikan tenda.
2. Tidak boleh menyalakan lampu senter
Kami dilarang menyalakan lampu
tenda maupun senter ponsel ke arah permukiman. Alasannya agar warga tidak
mengetahui bahwa masih ada yang ngecamp di atas bukit.
Kami datang untuk healing, tapi malah terasa seperti cosplay jadi barang
selundupan.
3. Tidak boleh menyalakan api unggun
Dengan alasan yang sama, kami
juga dilarang menyalakan api unggun. Malam pun terasa sangat hening dan gelap.
Padahal, berkumpul bersama teman di sekitar api unggun adalah momen yang paling
ditunggu saat camping.
4. Banyak anjing berkeliaran
Sebenarnya ini cukup wajar karena
Bukit Alesano merupakan area perkebunan. Banyak warga memelihara anjing untuk
menjaga kebun. Namun sedikit tips dari saya: jangan membawa ayam atau ikan
ungkep. Karena hal itu bisa mengundang anjing datang. Saya mengalaminya
sendiri, ikan ungkep saya digondol anjing.
5. Pungli
Sudah menjadi rahasia umum jika destinasi
alam di daerah bogor banyak punglinnya. Termasuk bukit alesano. Padahal awalnya
kami di larang ngecamp di bukti alesano. Namun ketika malam tiba tenda kami di datangin
orang tidak dikenal dan dia meminta biaya per orang 25.000, akhirnya kami pun bayar.
Dan kami anggap itu simaksi. Namun ternyata tidak lama datang kembali dengan
orangg yang berbeda. Kali ini kami di minta untuk bayar 10.000 /orang dengan
alasan untuk bayar sewa toilet yang ada di bawah. Karena kami memang butuh toilet
akhirnya kami bayar dan saya kira sudah tidak aka nada pungli lagi. Namun
ketika pagi tiba. Lagi-lagi tenda kami di datangi dan diminta untuk membayar
5.000 /orang. Dengan alasan untuk uang kebersihan.
Bukit
alesano: indah, berkesan, dan penuh pelajaran
Itulah pengalaman pribadi saya
saat ngecamp di Bukit Alesano pada tahun 2018. Terlepas dari berbagai kejadian
tak terduga, Bukit Alesano tetap menjadi bukit dengan pemandangan city light
terbaik yang pernah saya kunjungi. Meski penuh cerita, pengalaman ngecamp ini
tetap menjadi momen yang layak dikenang dan mungkin suatu hari ingin saya
ulangi, tentu dengan persiapan yang lebih matang.


Komentar
Posting Komentar